Archives for category: Hewan

beranidong.wordpress.com
Predikat sebagai daerah peternakan domba itu muncul setelah Haji Bunyamin
778 × 583 – 117 k - jpg

area-peternakan.blogsp…
Ini adalah foto Bima, seekor domba Garut jantan.
500 × 545 – 60 k - jpg

dombagarut.blogspot.com
perguruan tinggi, dan asosiasi peternak domba dan kambing (HPDKI).
276 × 208 – 21 k - jpg

toekangdomba.blogspot.com
Peternakan Domba Garut “Toekang Domba” adalah langkah kecil kami dalam upaya
1600 × 1200 – 569 k - jpg

anneahira.com
Padahal domba garut termasuk ternak yang baru dikenal di Indonesia.
1600 × 1200 – 197 k - jpg

juragan-dombagarut.blo…
Domba Garut Bibit adu kandang jual harga ternak
330 × 323 – 35 k - jpg

livestockreview.com
Beberapa peternak memilih domba garut karena punya banyak keunggulan.
500 × 350 – 55 k - jpg

wisatanasional.com
Adu Domba Garut Domba Garut.
264 × 311 – 46 k - jpg

anneahira.com
Teknik dan cara pemeliharaan domba garut harus benar-benar diperhatikan dan
800 × 600 – 75 k - jpg

kelompok-ternak.blogsp…
Kulit domba garut merupakan salah satu kulit dengan kualitas terbaik di
300 × 202 – 24 k - jpg

dombagarut.blogspot.com
Insya Allah Villa Domba siap dalam pengadaan bibit Domba Garut Betina bagi
385 × 289 – 78 k - jpg

dombagarut.blogspot.com
01 July 2007 Domba Garut: Masih Soal Bibit Kadang untuk mendapatkan domba
212 × 159 – 29 k - jpg

rajakulit.com
PROFILE DOMBA GARUT LATAR BELAKANG Usaha ternak do mba di Kabupaten Garut
236 × 281 – 29 k - jpg

acesaefudin.wordpress.com
Bahkan di Indonesia keberadaan hewan ternak domba dapat dilihat pada relief
400 × 301 – 43 k - jpg

bisnis-jabar.com
Lelang instalasi peternakan domba Rp2,3 miliar
213 × 171 – 60 k - jpg

dombagarut.blogspot.com
Rataan distribusi kelas pada Domba Garut terbanyak adalah Kelas C yaitu 36
380 × 285 – 64 k - jpg

sarangdomba.blogspot.com
Data ternak Domba Garut disamping : Nama : Menak (adik dari si Puma)
1152 × 864 – 258 k - jpg

jpmi.or.id
Potensi pasar terbesar pertama adalah hewan ternak Domba Garut untuk
304 × 257 – 18 k - jpg

kandangbambu.wordpress…
Pada dasarnya domba dan kambing merupakan jenis hewan ternak pemakan rumput
422 × 336 – 72 k - jpg

dombagarut.blogspot.com
Untuk kapasitas 100 ekor ternak domba di mana setidaknya dibutuhkan luasan
400 × 301 – 22 k - jpg

Masyarakat di negara kita ini kebanyakan adalah masyarakat petani dan peternak, namun kebanyakan dari mereka tidak memiliki pengetahuan tentang bisnis peternakan dan pertanian. Ini adalah peluang bagi kita yang tertarik di bisnis peternakan, karena kita memiliki banyak tenaga ahli di desa-desa yang dapat kita manfaatkan dengan mengajak mereka bekerja sama dengan kita sebagai pemodal dan mereka sebagai pekerja dan penyedia lahan. dengan demikian kita sebagai pengusaha diuntungkan dengan pengiritan modal lahan. begitu pula para pekerja yang merupakan penduduk desa yang ahli dalam peternakan kambing tapi tidak memiliki modal diuntungkan oleh kita para pengusaha yang menyediakan modal untuk mereka dalam bentuk kerja sama, sehingga pihak pengusaha dan peternak sama-sama diuntungkan.

Langkah-langkah yang dibutuhkan

Mulailah usaha ternak kambing kurban iedulad’ha ini yaitu 5 bulan sebelum iedulad’ha tersebut. Sebulan pertama untuk menyiapkan kandang-kandang dan pembelian kambing umur 10 bulan untuk digemukan, sehingga pada saat hari raya tiba kambing tadi sudah berumur lebih dari setahun dan siap dijual untuk kurban. karena salah satu syarat kambing untuk kurban adalah berumur lebih dari setahun. sebaiknya anda membaca juga syarat-syarat dari kambing kurban seperti tidak cacat, tidak sakit, dalam keadaan sehat, dan lain-lain.

Usaha ini dapat kita mulai dengan mencari lokasi yang baik untuk memelihara kambing. Daerah yang ideal adalah yang sepi jauh dari keramaian, tapi mempunyai fasilitas jalur transport untuk mobil, tidak jauh dari daerah tempat tanaman pakan buat ternak. Daerah demikian hanya ada di desa-desa.

Setelah menemukan daerah yang cocok untuk peternakan kambing, carilah penduduk desa daerah tadi yang memiliki lahan yang diinginkan untuk diajak kerja sama dengan menjadikan mereka sebagai peternak dengan perjanjian bagi hasil sehingga dapat mengirit modal lahan atau dengan system gaji. Biasanya orang-orang desa lebih suka system gaji, sebab dengan system gaji mereka menerima hasil kerjanya setiap bulan. walaupun system bagi untung hasilnya lebih besar namun karena hasil dibagikan pada saat panen mereka akan merasa itu terlalu lama jadi mereka akan lebih suka menerima gaji. Begitu pula dengan pemilik lahan, mereka akan lebih suka dengan system sewa daripada system bagi hasil. Ini juga disebabkan oleh minimnya jiwa ataupun ilmu bisnis mereka sehingga mereka lebih suka menjadi pekerja daripada menjadi partner kerja.

Setelah sepakat dengan pemilik lahan dengan harga sewa yang diinginkan, mulailah mencari kambing yang akan digemukkan ke peternak-peternak rumahan ataupun ke pasar-pasar hewan. Tapi kambing-kambimg tadi jangan langsung dibeli. Setelah memeriksa dan menemui kambing yang cocok (sehat, bagus, berumur 10 bulan, harga sesuai) dikasi tanda dan uang muka saja dulu sebagai tanda jadi sisanya dibayar saat pengambilan sebulan kemudian saat kandang dan pekerja sudah disiapkan. Ini bertujuan agar tidak tergesa-gesa dalam membeli kambing yang akan digemukkan. dengan tidak tergesa-gesa akan didapatkan kambing yang baik sesuai yang diinginkan dengan harga yang murah juga sebab kita punya banyak waktu untuk menego harga.

Pilihlah jenis kambing jawa randu! Sebenarnya jenis kambing kibas juga bisa, hanya saja akan lebih repot dalam pemeliharaannya. Sebab harus rajin mencukur bulu-bulunya, sementara kambing jawa hanya butuh perawatan kebersihan kandang dan makanan saja sehingga lebih praktis.

Buatlah kandang dengan ukuran 6 x 6 meter untuk kapasitas 20 ekor kambing per kandang, kandang di sekat per kamar per seekor kambing dengan ukuran 150cm x 60cm, dengan tujuan agar tidak terjadi perkelahian yang dapat mencedrai. Maka dibutuhkan 5 unit kandang untuk 100 ekor kambing. Penargetan 100 ekor kambing bertujuan agar mendapatkan keuntungan yang layak, karena semakin banyak jumlah kambing yang digemukkan makin banyak pula keuntungan yang dihasilkan. Tapi tergantung dari besarnya modal yang dimiliki. (Di sini akan dibahas penggemukan 100 ekor kambing sebagai barometer akan dihitung per kandang yaitu untuk 20 ekor kambing). Kandang tadi menghadap ke timur atau ke barat agar mendapatkan cahaya matahari yang cukup supaya tidak lembab.

Buatlah rumah semi permanen untuk dijadikan basecamp dan gudang tempat menyimpan peralatan, sumur bor untuk kebutuhan air dan buatlah pagar pembatas wilayah peternakan agar keamanan terjamin.

Carilah dua orang pekerja yang akan bertugas sebagai peternak dan pencari pakan yang rajin dan memiliki pengalaman beternak dan siapkanlah peralatan mereka seperti cangkul, sekop, arit, sepatu but, dll.

Buatlah perjanjian jika mereka bekerja tidak rajin atau melakukan kesalahan mereka akan diberi peringatan 1, 2, dan ketiga kalinya dipecat. Jika mereka melakukan kesalahan yang mengakibatkan kambing mati, mereka harus bertanggung jawab dengan ganti rugi dengan pemotongan gaji sesuai harga kambing yang mati.

Setelah semua langkah tadi selesai dilaksanakan dan para peternak mulai bekerja, mulailah menyebarkan pamflet ke masjid-masjid atau membuat iklan di website-website yang menyediakan iklan gratis seperti http://www.pengusahamuslim.com, dll, untuk mempermudah penjualan nantinya.

Proses kerja usaha ini

Mengontrol setiap hari para pekerja dan hewan ternak agar didapatkan hasil yang maksimal dan menangani langsung jika terjadi masalah. Setiap pekerja bertanggung jawab atas 50 ekor kambing. sebelum pekerja-pekerja tadi berangkat mencari pangan ke hutan mereka harus membersihkan kotoran ternak untuk dimasukkan ke dalam karung-karung. Kemudian memberi makan ternak dengan sisa pakan kemarin. Para pekerja pergi mencari pakan dua kali sehari, yaitu : 1- Pada waktu pagi setelah membersihkan kandang dan kembali membawa pakan ternak (dedaunan dan rerumputan) siangnya pada waktu makan siang, pakan tadi ditaruh dulu tidak langsung diberikan kepada ternak. Setelah itu biarkan mereka pulang istirahat dan makan siang ke rumah masing-masing selama satu jam. setelah mereka (pekerja) balik dari istirahat barulah pakan tadi diberikan ke ternak untuk dimakan, ini bertujuan agar pakan tadi layu terlebih dahulu. Jika pakan diberikan ke ternak dalam keadaan segar akan mengakibatkan perut ternak kembung karena masih banyaknya kadar gas pada pakan tadi.

2- Setelah memberi makan ternak para pekerja berangkat lagi mencari pakan dan kembali membawa pakan pada sore harinya. Pakan ditaruh dulu kemudian mereka (para pekerja) istirahat solat Asar selama setengah jam, setelah itu memberi makan hewan ternak. sisakan secukupnya pakan untuk diberikan keesokan pagi hari setelah membersihkan kotoran ternak sebelum berangkat lagi mencari pakan.

Mengikuti organisasi ternak setempat agar mendapatkan informasi-informasi yang bermanfaat buat usaha ternak ini. Biasanya dengan mengikuti organisasi peternak kita mendapatkan informasi bantuan dari pemerintah berupa pelayanan kesehatan ternak geratis. Mengikuti organisasi peternak juga dapat mempermudah informasi pemasaran.

Menjaga agar kandang tetap bersih dan kering agar tidak ada parasit-parasit yang dapat hidup di udara lembab dan basah. Ini untuk menghindari penyakit kulit yang biasa diderita kambing ternak.

Agar mendapat keuntungan yang layak maka dibutuhkan minimal 100 ekor kambing untuk digemukkan, sebab keuntungan diterima setahun sekali. Perhitungannya adalah per seekor kambing akan didapatkan keuntungan Rp550.000,- jadi jika 100 ekor kambing keuntungannya berjumlah Rp55.000.000,-. Artinya dengan 100 ekor kambing perbulan dapat dihasilkan keuntungan Rp4.580.000,-(55jt : 12). Semakin banyak jumlah kambingnya maka semakin banyak keuntungan yang dihasilkan. Tentunya semakin banyak pula modal yang dibutuhkan. Penentuan jumlah kambing minimal 100 ekor diperhitungkan agar bisa didapat keuntungan Rp4.580.000,- per bulan supaya keuntungan tersebut dapat layak membiayai kebutuhan hidup yang semakin mahal. Sehingga bisa focus dalam usaha ini selama menunggu hari raya tahun berikutnya. Tapi perhitungan keuntungan Rp4,5juta per bulan tersebut hanya sebagai biaya untuk pemeliharaan kambing selanjutnya selama setahun kedepan. Kita bebas mengelola keuntungan sebesar Rp55jt per tahun tersebut selama menunggu hari raya kurban yang berikutnya. Untuk perincian perhitungan keuntungan, pengeluaran dan lain-lain akan dibahas berikutnya.

Menjual kotoran ternak kepada petani untuk dijadikan pupuk, kemudian hasil penjualan tadi dibelikan makanan konsentrat (gabah, limbah jagung, limbah pisang dan ampas tahu)

Membeli bibit kambing yang sapih (baru selesai menyusui) untuk dipelihara satu tahun sebulan sebelum panen dengan cara memberi uang muka (seperti cara pembelian pertama)

Modal yang dibutuhkan dan untuk apa saja modal tersebut

  • Biaya sewa tanah Rp10.000.000,-untuk sewa 10 tahun.
  • Biaya pembuatan 5 kandang Rp10.000.000,-.
  • Biaya pembelian 100 ekor kambing jantan berumur 10 bulan Rp40.000.000,-
  • Biaya pembuatan basecamp Rp5.000.000,-
  • Biaya pembuatan sumur bor Rp1.000.000,-
  • Biaya gaji 2 orang pekerja selama 4bulan kerja per orang per bulan Rp1.000.000,- total 2 orang selama 4 bulan Rp8.000.000,-
  • Total jumlah modal yang dikeluarkan : Rp74.000.000,-
  • Setelah lima bulan tepatnya pada saat penjualan Iedul Ad’ha pertama akan didapatkan hasil penjualan 100 ekor kambing sebesar Rp100.000.000,- dengan penjualan Rp1.000.000,- per kambing.

Keuntungan yang di dapat pada setiap tahunnya

Hasil penjualan 100 ekor kambing adalah Rp100.000.000,- dengan penjualan per ekor kambing Rp1.000.000,- dikurangi pengeluaran untuk usaha setahun berikutnya:

  • Pembelian 100 ekor kambing sapih (baru selesai menyusui) biasanya berumur 3 bulan @Rp200.000,- sama dengan Rp20.000.000,-
  • Gaji 2 orang pekerja selama satu tahun masing-masing Rp1.000.000,- per bulan sama dengan 2 jt kali 12 sama dengan Rp24.000.000,-
  • Uang jaga-jaga untuk kesehatan dan tambahan pakan Rp10.000.000,-(10% dari jumlah uang Rp100.000.000,-) .
  • Total pengeluaran selama setiap setahun berikut Rp45.000.000,-
  • Jadi keuntungan yang dihasilkan setiap tahun: Rp100.000.000,- dikurangi Rp45.000.000,- sama dengan Rp55.000.000,-

Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dari yang dihitung tadi usahakanlah agar kambing peliharaan menjadi sehat-sehat dan gemuk-gemuk agar dapat dijual dengan harga lebih mahal sehingga mendapat untung lebih banyak.

Pemasaran

Karena usaha ternak ini ditujukan untuk penjualan pada hari raya kurban, maka pemasarannya tidak terlalu sulit. Sebab ternak tersebut dibutuhkan oleh orang-orang yang mau mengadakan kurban. Jadi pasarnya sangat prospektif. Namun tetap diadakan penawaran pemasaran melalui famplet-famplet agar dikenal dan dapat bersaing, sebab pasti banyak juga yang melihat peluang ini dan menjadi pesaing. Kemudian buatlah iklan-iklan di website jauh hari sebelum Iedul Ad’ha tiba. Usahakan mengiklankan di website yang menyediakan iklan gratis seperti http://www.pengusahamuslim.com, untuk memperkecil biaya pengeluaran.

Pemirsa Blog Yth,

Pada postingan ini kami mebahas  lebih detail perihal materi perkawinan pada kambing Etawa (Kambing Kaligesing) atau kambing jenis lain pada umumnya. Mengingat berhasil atau tidaknya proses  perkawinan ini akan menentukan tahapan berikutnya dalam aktivitas beternak.

Perkawinan pada kambing dilakukan untuk melanjutkan keturunan dan atau untuk menghasilkan keturunan yang lebih baik sesuai dengan yang diharapkan baik secara intensitas maupun kualitas.

Perkawinan pada kambing Etawa bisa dilakukan dengan 2 cara :

  1. Perkawinan alami :  merupakan perkawinan dimana pejantan memancarkan sperma langsung ke dalam alat reproduksi betina secara langsung, tanpa perantara alat buatan. Perkawinan terjadi secara alami dimana pejantan lebih agresif sedangkan betina bersifat responsif (menunggu).
  1. Perkawinan buatan (Artificial Insemination) : merupakan perkawinan antara pejantan dan betina melalui perantara suatu alat dengan cara tertentu. Proses pemasukan semen ke dalam saluran reproduksi betina tidak secara langsung melainkan melalui bantuan manusia dengan menggunakan alat.

Untuk mayoritas peternak yang berada di Indonesia pola perkawinan alami adalah cara yang paling mudah dan umum dilakukan, kecuali bagi beberapa peternakan modern inseminasi buatan merupakan alternative proses perkawinan yang dipilih. Pembahasan lebih lanjut dalam postingan ini hanya berhubungan dengan pola perkawinan alami.

Beberapa point yang harus dipahami para peternak sebelum melakukan perkawinan kambing Etawa, adalah sebagai berikut :

1. Kondisi kambing betina :

  • Kambing yang sehat akan mengalami dewasa kelamin pada umur 8-13 bulan, namun sebaiknya dikawinkan pertama kali setelah berumur 15-18 bulan.

2. Tanda-tanda birahi kambing betina :

  • Tampak gelisah dan sering mengeluarkan suara-suara;
  • Sering mengibas-ngibaskan ekor, jika ekor dipegang akan diangkat ke atas;
  • Nafsu makan berkurang ; bila kambing digembalakan sebentar-sebentar akan berhenti merumput;
  • Vulva nampak membengkak berwarna merah;
  • Dari vagina keluar cairan berwarna putih agak pekat;
  • Mendekati kambing jantan atau menaiki punggung kambing betina;
  • Bagi kambing perah, produksi air susu menurun;
  • Bagi kambing betina yang dipelihara dalam kandang sering tidak menunjukkan gejala di atas, keadaan demikian disebut birahi tenang.

3. Masa Birahi :

  • Ternak dikawinkan jika betina tengah mengalami gejala birahi (estrus);
  • Dalam kondisi normal siklus birahi (estrus) pada ternak kambing betina terjadi setiap 18 – 21 hari sekali;
  • Masa/lamanya birahi untuk kambing betina berlangsung selama 21 – 36 jam.

Kambing betina dikawinkan pada saat  mengalami gejala estrus atau birahi. Apabila ternak diketahui berahi pada pagi hari, maka sorenya adalah waktu yang tepat untuk dikawinkan. Sedangkan bila tanda-tanda birahi itu terjadi di sore hari, maka pagi hari harus segera dikawinkan.

Namun demikian pada berbagai kasus nampaknya tahapan ini tidaklah mudah yang berujung pada kegagalan proses perkawinan, beberapa hal yang menyebabkannya adalah sebagai berikut :

  • Peternak  tidak memahami dengan baik perihal masa birahi dan tanda-tanda birahi;
  • Tidak timbul tanda birahi pada induk akibat kurangnya nutrisi asupan pakan atau bahkan pola pemberian pakan yang berlebih;
  • Terlambat mengawinkan, maka sel telur tak bisa dibuahi karena berkaitan erat dengan proses terjadinya ovulasi dan masa hidupnya sperma di dalam alat reproduksi;
  • Terlalu awal mengawinkan, pada kondisi ini si induk belum mencapai kesuburan optimal.
  • Setelah dikawinkan tidak dilakukan pencatatan, sehingga kesulitan untuk memantau  si induk pada siklus birahi berikutnya;
  • Induk betina terkadang mengeluarkan kembali sperma yang telah masuk;
  • Mayoritas peternakan kambing Etawa yang ada di Indonesia mengandangkan kambingnya, sehingga banyak kasus terjadinya kondisi birahi tenang;
  • Kondisi si pejantan yang tidak prima yang berakibat pada terbatasnya kemampuan pejantan dalam membuahi sejumlah betina dan motilitas sperma yang dikeluarkan pejantan saat perkawinan.

Beberapa point penyebab kegagalan dalam mengawinkan sebagaimana yang disebutkan di atas, merupakan kerugian bagi si peternak.  Mengingat tahapan berikut dari tujuan beternak tidak akan tercapai. Kerugian yang dialami si peternak dapat berupa rugi akibat biaya pakan, rugi karena waktu, rugi karena hilangnya kesempatan dan rugi karena kambing menjadi majeer atau susah untuk birahi.

Untuk meminimalisir factor kerugian tersebut, berikut adalah beberapa tips yang biasa kami lakukan agar proses reproduksi berjalan dengan baik :

1. Deteksi kambing betina birahi :

  • Lepaskan si jantan pada pagi dan sore hari agar mengelilingi kandang induk betina untuk memancing induk betina yang mengalami birahi tenang.
  • Dilepaskan pada pagi, dan sore agar diketahui apabila ada betina yang mengalami masa birahi.
  • Perhatikan si jantan pada saat proses ini, jika ada si betina yang birahi, maka betina tersebut akan mendekati si pejantan dan atau si pejantan akan tetap ditempat tersebut bahkan terlihat berusaha masuk ke kandang si betina.

2. Waktu mengawinkan kambing :

  • Setelah berhasil mendeteksi kambing birahi, segera kawinkan kambing tersebut.
  • Kawinkan kambing dalam 3 waktu, apabila deteksi pada pagi hari maka kawinkan pagi 1x, kemudian siang 1x, dan sore 1x. Apabila terdeteksi pada sore hari, makan kawinkan sore 1x, besok pagi 1x dan besok siang 1x. dengan catatan si induk masih dalam masa birahi.
  • Proses mengawinkan 3 waktu bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimal dari kesuburan, sel telur dan proses ovulasi.

3. Menjaga kondisi induk agar siklus birahinya teratur :

  • Berikan pakan sesuai kebutuhan nutrisinya, untuk induk dalam masa kering atau untuk doro siap kawin pemberian pakan jangan berlebih atau kurang. Kelebihan pemberian pakan akan mengakibatkan kegemukan/penimbunan lemak yang dapat menghambat proses reproduksi. Begitu pula dengan kekurangan nutrisi akan berakibat susah untuk mengalami birahi.
  • Pada beberapa kasus kegemukan yang berakibat si induk susah untuk birahi, mandikan ternak 2x seminggu kemudian jemur dan diumbar (dilepas) dalam kandang umbaran. Melepaskan ternak beberapa saat dalam seminggu diperlukan, agar otot-otot tidak kaku dan menjaga agar system persarapan dalam kondisi normal.

4. Merawat Pejantan :

  • Agar kondisi si pejantan prima berikan pakan yang baik namun tidak berlebih, kelebihan berat badan akan membuat si pejantan cepat capek atau si induk tidak bisa menopang berat badan si pejantan yang terlalu besar.
  • Umbar dan jemur si pejantan setiap hari untuk relaksasi otot dan system persarapan.
  • Berikan jamu setiap selesai kawin, agar kondisinya tetap prima.

5. Apabila ada hal-hal yang bersifat abnormal atau memerlukan bantuan paramedis konsultasikan dengan dokter hewan setempat.

Demikianlah beberapa tips yang biasa dilakukan di Exotics Farm Indonesia perihal perkawinan pada kambing Etawa (Kambing Kaligesing). Alhamdulillah tingkat keberhasilanya sangat tinggi (90%) dan dapat menekan kerugian akibat kegagalan dalam proses perkawinan.

Semoga bermanfaat, salam Exotics Farm Indonesia.

* Sumber :

  1. Pengalaman Exotics Farm Indonesia
  2. Devendra, Goat Production In The Tropics, Commonwealth Agricultural Bureaux, 1983.
  3. Murtidjo, Bambang Agus, Memelihara Kambing, Sebagai Ternak Potong dan Perah, Penerbit Kanisius, Yogyakarta. 1993.
  4. Berbagai buku dan sumber lainnya.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.